Benny Yohanes's Blog

welcome to my blog :)

Mini Project To Complete a Book

QUESTION

Mengapa di pesisir pantai terdapat banyak hutan bakau(Rhizopora sp) dan bukan bunga mawar?

ANSWER

Bakau dan Mawar

Seperti yang kita ketahui bahwa terdapat perbedaan habitat terhadap tumbuhan bakau(Rhizopora sp) yang hidup di laut dan bunga mawar yang hidup di darat. Dari perbedaan habitat tersebut terdapat keunikan pada kedua lingkungan tersebut yang menyebabkan perbedaan adaptasi yang luas yang dilakukan oleh kedua tumbuhan tersebut untuk bertahan hidup. Beberapa adaptasi yang dilakukan oleh tumbuhan bakau yang tidak dimiliki oleh bunga mawar di perairan air asin, seperti;

  1. Bertahan dengan konsentrasi garam tinggi
  2. Pemeliharaan Air Desalinasi
  3. Spesialisasi Akar

Untuk lebih jelasnya, berikut ini akan dibagi beberapa sub point mengenai karakteristik adaptasi kedua tumbuhan tersebut terhadap karakteristik lingkungan perairan laut;

    A. Kadar Garam (salinitas)

A.1 Bakau

Pada tumbuhan bakau, kemampuan tumbuh pada air asin karena kemampuan akar-akar tumbuhan yang dapat mengeluarkan atau mensekresikan garam. Menurut Johannes (1975), mengatakan bahwa spesies dari genera Rhizopora mempunyai akar-akar yang dapat memisahkan garam. Pemisahan garam terjadi ketika proses penguapan atau transpirasi di daun penguapan daun ini menimbulkan terjadinya tekanan negatif, yang menyebabkan air yang ada di sistem perakaran tertarik ke dekat xylem, dan pada peristiwa ini pula terjadi pemisahan air tawar dari air laut yang ada di membran akar.

A.2 Bunga Mawar

Pada bunga mawar, anatomi daun, batang dan perakaran yang tidak ekstensif membuat tumbuhan ini tidak dapat hidup di daerah pesisir pantai yang pada umumnya air asin.  Selain dari sistem perakarannya, daun pada bunga mawar hanya berfungsi sebagai tempat fotosintesis, dan tidak mempunyai kelenjar sekresi garam sehingga tumbuhan ini tidak mampu hidup di air asin.

    B. Kandungan Air Tawar

B.1 Bakau

Habitat yang dikelilingi oleh air asin, membuat tumbuhan bakau harus beradaptasi untuk mempertahankan kandungan air(bukan air asin) di dalam tubuhnya. Padahal jika ditelusuri lebih lagi, lingkungan lautan tropika yang panas mendorong tingginya penguapan. Diperlukan adaptasi unik yang perlu dilakukan tumbuhan bakau untuk hidup di lingkungan air asin yang tentunya sangat miskin akan air tawar. Pada hutan bakau, adaptasi untuk mempertahankan kandungan air dilakukan dengan cara membuka bukaan mulut daun (stomata) dan arah hadap permukaan daun di siang hari terik. Hal ini membuat tumbuhan bakau dapat mengurangi evaporasi pada daun sehingga kandungan air dapat terjaga.

B.2. Mawar

Habitat di darat, membuat tumbuhan ini terbiasa dengan pemberian/suply dari air tawar. Bunga mawar tidak akan hidup di lingkungan air asin  karena sifatnya yang tergantung akan air(air tawar).

    C. Pasang Surut

C.1 Bakau

Membanjirnya air pasang menggenangi substrat akan mempersukar tumbuhan-tumbuhan biasa untuk hidup di lingkungan seperti ini. Tetapi berbeda dengan halnya pada tumbuhan bakau. Pada tumbuhan bakau, bagian akar yang memanjang dan menjulang di permukaan membuat tumbuhan ini mampu untuk bertahan dari terpaan ombak dan pasang surut yang terjadi di laut. Pada dasarnya sistem perakaran pada tumbuhan bakau mampu mengikat substrat perairan dengan kuat sehingga tumbuhan ini dapat membentuk tegakan yang kuat di perairan. Tumbuh-tumbuhan bakau memiliki akar udara khas yang dijuluki sebagai ‘pneumatofor’ yakni, akar yang tumbuh secara menegak daripada permukaan tanah untuk mendapatkan oksigen. Sistem akar yang khas membuat tumbuhan bakau pun dapat mengambil oksigen dari udara sekalipun terjadi pasang surut.

C.2 Bunga Mawar

Pada bunga mawar, perbedaan ukuran membuat tumbuhan ini tidak dapat hidup di daerah pantai. Apabila terjadi pasang surut, tumbuhan ini akan terendam total dan tidak mampu bertahan untuk mendapatkan udara di atmosfer dan sumber energi (matahari) untuk proses fotosintesis. Akar yang tidak kokoh pada substratnya juga menjadikan alasan bahwa tumbuhan bunga mawar tidak dapat hidup pada perairan laut. Terjadinya ombak pada saat pasang surut  akan membuat tumbuhan ini tumbang/jatuh.

Kesimpulan

Perbedaan tempat habitat hidup membuat tumbuhan bunga mawar  dan tumbuhan bakau memiliki karakteristik-karakteristik yang khas untuk bertahan hidup di lingkungannya masing-masing. Tumbuhan bakau dapat hidup di daerah pesisir pantai karena fungsi dari bagian-bagian tubuh mangrove menunjang untuk hidup di lingkungan air asin, sedangkan pada bunga mawar sebaliknya.

Referensi Bacaan

Supriharyono. 2008. Konservasi Ekosistem Sumberdaya Hayati Di Wilayah Pesisir Dan Laut Tropis. Penerbit: Pustaka Pelajar, Jakarta.

Kasijian Romimohtarto & Sri Juwana. 2009. Biologi Laut. Penerbit: Djambatan, Jakarta.

April 20, 2010 Posted by | Oceanografi Physic | Leave a Comment

DAFTAR ISTILAH RESUME EKOLOGI LAUT TROPIS

Berikut merupakan daftar istilah dari resume materi kuliah ekologi laut tropis http://josuasilitonga.wordpress.com/2010/04/13/resume-marine-ecology/

Abiotik : Komponen tak hidup yang komponen fisik dan kimia terdiri dari tanah, air, udara, sinar matahari. Dapat dikatakan bahwa abiotik merupakan bahan tak hidup berupa medium atau substrat tempat berlangsungnya kehidupan, atau lingkungan tempat hidup.

Algae : Rumput Laut, Tumbuh-tumbuhan laut yang merupakan tumbuhan berthalus (thallopyta)

Asam Karbonat : Senyawa kimia yang bila dilarutkan dalam air akan menghasilkan larutan dengan pH lebih kecil dari 7. Senyawa ini mempunyai rasa asam dan bersifat korosif.

Autotrophic Organism (Organisme autotrof) : Organisme yang mampu mensistesis makanannya sendiri yang berupa bahan organik dari bahan-bahan anorganik sederhana dengan bantuan sinar matahari dan zat hijau daun (klorofil)

Bakteri : Organisme uniseluler (bersel tunggal), prokariota/prokariot, tidak mengandung klorofil, serta berukuran mikroskopik (sangat kecil)

Biota : Tumbuh-tumbuhan, hewan dan mikroorganisme hidup

Biotik : Komponen hidup yang terdapat dalam alam semesta, misalnya; manusia, hewan, tumbuhan, jamur, bakteri, dll.

Cahaya : Berhubungan dengan sinar

Coastal Resources Management : Pengelolaan sumber daya pesisir

Coastal Zone Management : Pengelolaan wilayah pesisir

Coastal Zone Resources Management : Pengelolaan sumber daya wilayah pesisir

Ekologi : Ilmu yang mempelajari baik interaksi antar makhluk hidup, dan interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya.

Ekosistem : Penggabungan dari setiap unit biosistem yang melibatkan interaksi timbal balik antara organisme dan lingkungan fisik abiotik sehingga aliran energi menuju kepada suatu struktur biotik tertentu dan terjadi suatu siklus materi antara organisme dan anorganisme.

Ekosistem Lamun : Tumbuhan berbunga (Angiospermae) yang mampu beradaptasi secara penuh di perairan yang salinitasnya cukup tinggi atau hidup terbenam di dalam air dan memiliki rhizoma, daun, dan akar sejati.

Ekosistem Mangrove : Hutan yang terutama tumbuh pada tanah lumpur aluvial di daerah pantai dan muara sungai yang dipengaruhi pasang surut air laut

Ekosistem Terumbu Karang : Ekosistem di dasar laut tropis yang dibangun terutama oleh biota laut penghasil kapur (CaCO3) khususnya jenis – jenis karang batu dan alga berkapur, bersama-sama dengan biota yang hidup di dasar lainnya

Eksploitasi : Pemanfaatan sumberdaya

Erosi : Proses pengkisan tanah dan tanah tersebut berpindah tempat oleh kekuatan angin, air atau gravitasi

Read more »

April 13, 2010 Posted by | Marine Ecology | 1 Comment

   

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.