“Study Case” Konversi Lahan Pesisir di Pulau S
Pada saat ini perbedaan antara kebutuhan ekonomi dan pentingnya ekologi menjadi sangat kabur. Pada saatnya kebutuhan manusialah yang diutamakan untuk diselesaikan. Salah satu contoh yang dapat dilihat adalah penanganan kasus lumpur yang terjadi di Indonesia baru-baru ini.
Kasus pada saat ini seperti terlihat pada gambar disamping, dimana terdapat paparan hutan bakau dan tambak masyarakat. Pada bagian bawah tambak telah diubah menjadi lahan kelapa sawit. Lahan hutan bakau yang semula hampir 1000 hektar telah diubah penggunaannya menjadi lahan budidaya ikan di tambak dan kemudian diubah lagi menjadi lahan kelapa sawit sebesar 90-110 hektar. Pada hutan mangrove ini terdapat 2 aliran besar yang membelah mangrove seperti sungai untuk masuk dan keluarnya air pasang surut. Di sungai ini banyak terdapat ikan-ikan yang memijah alami sehingga nelayan tradisional juga sering mengambil ikan dengan menjaring.
Dengan perubahan fungsi lahan apakah rantai makanan, rantai energi, dan siklus pemangsa dan dimangsa juga berubah. Kemungkinan yang pertama adalah dengan menggambarkan rantai makanan pada saat lahan tersebut belum dikonversi, kemudian menggambarkan siklus juga setelah lahan dikonversi. Kemungkinan yang lain adalah dengan mengetahui pemangsa-pemangsa yang baru yang ada di wilayah itu.
Referensi :
Noir P. Poerba. 2010. Study Case
STUDI KASUS EKOSISTEM MANGROVE DI PALABUHAN RATU KAB. SUKABUMI
Benny Yohanes 230210080027
Josua Leo Petra 230210080005
Universitas Padjajaran
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
Program Studi Ilmu Kelautan
EKOSISTEM HUTAN MANGROVE DI PESISIR PANTAI PALABUHAN RATU
Wilayah Kabupaten Sukabumi berada pada posisi 6057’-7025’ Lintang Selatan dan 106049’-107000’ bujur timur. Dengan batas wilayah di sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Bogor, di sebelah Selatan berbatasan dengan Samudera Hindia, Kabupaten Cianjur di sebelah Timur, dan di sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Lebak. Dari letaknya yang berada di pantai selatan Pulau Jawa, membuat Teluk Palabuhan Ratu ini berhubungan langsung dengan Samudera Hindia sekaligus menjadi tempat bermuaranya sungai-sungai.
Karakteristik umum oseanografi wilayah pesisir Sukabumi adalah kondisi Samudera Hindia, dengan ciri batimetri laut dalam, berombak besar dan keadaan arus yang dipengaruhi oleh pasang surut, angin, densitas serta pengaruh masukan air dari muara sungai. Jika dilihat dari segi karakteristik umum oseanografi wilayah pesisir Sukabumi ini, sangatlah dibutuhkan peran sumberdaya hayati seperti mangrove dan terumbu karang, mengingat fungsi sumberdaya hayati tersebut sangatlah berarti dalam melindungi daerah pesisir pantai Sukabumi dari abrasi laut.





