Mitigasi Perubahan Iklim
Benny Yohanes
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
Jurusan Ilmu Kelautan
Laboratorium Fisika Laut
Akhir-akhir ini Kopenhagen, Denmark menjadi pusat perhatian publik. Kopenhagen menjadi tempat konferensi perubahan iklim akibat pemanasan global, dan tidak tanggung-tanggung konferensi tersebut dihadiri oleh 119 kepala negara. Sudah separah itukah kerusakan bumi kita? Selama beberapa ratus tahun terakhir, kegiatan manusia telah jelas-jelas mengubah permukaan bumi dan komposisi atmosfernya. Perubahan ini mungkin mengakibatkan atau mengkontribusi pada kenaikan temperatur global yang diamati selama 150 tahun terakhir.
Gas-gas rumah kaca seperti uap air, karbon dioksida (CO2), metana (CH4), dan oksida nitrogen (N2O) ada secara alamiah di atmosfer tetapi juga dilepaskan dalam jumlah besar. Ketika sebagian besar dari hasil kegiatan industri, pertanian, peternakan, dan bahan bakar fosil terbakar terjadi penambahan konsentrasi gas tersebut di atmosfer yang akan mengintensifkan efek rumah kaca dan menaikkan temperatur global.
Lantas bagaimana pemanasan global bisa terjadi?

Siklus Efek Rumah Kaca
Pemanasan global terjadi akibat dari peningkatan efek rumah kaca yang disebebakan oleh naiknya konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer. Semakin tinggi konsentrasi gas rumah kaca maka semakin banyak radiasi panas dari bumi yang terperangkap di atmosfer dan dipancarkan kembali ke bumi. Hal ini menyebabkan peningkatan suhu di permukaan bumi.



